Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Widasari menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) NU ke-103 pada Senin siang (5/1/26) di Sekretariat KBIH NU Widasari, Komplek Masjid Besar Fatillah Widasari.
Acara tersebut berlangsung khidmat bersama Keluarga Besar MWC NU Widasari, pengurus, lembaga dan badan otonom serta ranting NU se-Kecamatan Widasari.
Diawali dengan pembacaan Dzikir (Istighotsah) bersama menjadikan suasana pada acara tersebut semakin khusyuk dan khidmat bersama lantunan suara yang merdu.
Bertepatan dengan hari lahir Nahdlatul Ulama menggunakan kalender Hijriyah, (16 Rajab 1447 H), acara ini menjadi hal yang terpenting untuk mengenang sejarah lahirnya NU kala itu.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus MWC NU Widasari, Forkopimcam Widasari beserta ketua Lembaga dan Badan Otonom NU yang ada di wilayah kecamatan Widasari.
Kehadiran para pengurus Ranting NU pun menunjukkan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus menjaga tradisi serta memperkuat peran NU dalam kehidupan masyarakat.
Dalam Khutbah Iftitah Rais Syuriyah MWC NU Widasari KH. Mustahdi Abdullah menyampaikan bahwa pentingnya menata diri dan hati agar tidak mudah terpancing dalam suasana yang sekarang ini terjadi di dalam tubuh kepengurusan PBNU.
"Jaga diri dan hati kita janganlah mudah terprovokasi oleh suara-suara sumbang yang sering kita dengar di media, karena itu akan membuat hati ini menjadi gelap, sebab kita tidak tau apa yang sebenarnya terjadi, kita fokuskan saja pada program kerja MWC sesuai amanat Konferensi kemarin" imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama Ketua Tanfidziyah MWC NU Widasari M. Abdul Jamal S.HI, M.AP. dalam sambutannya menekankan pentingnya menjadikan momentum Harlah sebagai ajang refleksi atas perjuangan para pendiri NU sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi.
"Kita sebagai warga NU dalam tatanan berorganisasi harus bisa bersikap mandiri dan punya komitmen untuk membangun dan membesarkan organisasi, karena ketika kita tidak punya komitmen maka hal tersebut akan menjadikan organisasi NU yang besar ini tumpul, siapapun kelak nanti yang memimpin harus selalu memiliki jiwa kepemimpinan dalam berorganisasi" pungkasnya.
Peringatan Harlah NU ke-103 ini menjadi bukti nyata bahwa NU tetap hadir sebagai penggerak dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan di kecamatan Widasari. Dengan semangat kebersamaan, MWC NU Widasari berharap dapat terus berkontribusi dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin serta memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat.
Acara tersebut di tutup dengan pemotongan tumpeng dan makan bersama bukan hanya sebagai simbolik Harlah belaka namun inilah NU yang tidak membedakan siapa dan darimana, menjadikan rasa kebersamaan sebagai momentum penting untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan NU, sekaligus mempererat tali silaturahmi antar warga NU di tingkat lokal
Posting Komentar
Silahkan tulis komentar di sini dengan sopan dan benar. No Link !!