Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4 Gambar 5 Gambar 6

PANGELING PELAJAR (Part 2): Organisasi Sebagai Jalan Khidmah Pelajar NU

Kegiatan Pengeling Pelajar yang digelar pada 16 Desember 2025 di sekretariat IPNU-IPPNU merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan bagi pelajar Nahdlatul Ulama. Sejak awal berdirinya, IPNU-IPPNU tidak hanya dimaksudkan sebagai wadah berkumpul, tetapi sebagai sarana kaderisasi yang menyiapkan generasi muda NU agar mampu berperan aktif dalam masyarakat.

Di tengah arus globalisasi dan digitalisasi yang semakin pesat, pelajar menghadapi tantangan besar: bagaimana tetap menjaga identitas keilmuan, tradisi, dan nilai-nilai ke-NU-an, sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Banyak pelajar kini terbiasa belajar secara mandiri melalui teknologi digital, namun organisasi hadir untuk menegaskan bahwa pembelajaran sejati tidak hanya berhenti pada teori, melainkan juga pada praktik nyata dalam kepemimpinan, komunikasi, dan pengabdian sosial.

Forum Pengeling Pelajar menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut. Dengan menghadirkan pemateri yang kompeten, kegiatan ini dirancang untuk membuka cakrawala berpikir pelajar, melatih keberanian menyampaikan gagasan, serta mengasah keterampilan public speaking. Lebih dari itu, forum ini menegaskan kembali bahwa organisasi IPNU-IPPNU adalah jalan khidmah: tempat pelajar NU belajar mengabdi, bertumbuh, dan memberi manfaat bagi umat.
Pemilihan tema Organisasi Sebagai Jalan Khidmah Pelajar NU yang dibawakan oleh Dini Syifa Agustina bukanlah tanpa alasan. Tema ini lahir dari kesadaran bahwa organisasi harus dipandang bukan sekadar ruang aktivitas, melainkan sarana ibadah dan pengabdian. Nilai-nilai keikhlasan, tawadhu’, dan tanggung jawab menjadi fondasi utama yang harus ditanamkan kepada setiap kader. Melalui organisasi, semangat perjuangan ulama dan pendiri NU dapat terus dilanjutkan oleh generasi pelajar dengan semangat zaman, tanpa meninggalkan tradisi yang menjadi akar identitas.

Dengan latar belakang tersebut, kegiatan Pengeling Pelajar bukan hanya agenda rutin, melainkan momentum strategis untuk meneguhkan kembali peran organisasi dalam membentuk karakter pelajar NU. Forum ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang kritis, berani, dan adaptif, serta menjadikan organisasi sebagai jalan khidmah yang penuh makna.

Baca Juga Pangeling Pelajar part 1 Kajian Relevansi Organisasi Masa Kini

Dini Syifa Agustina Ketua PAC IPPNU Widasari dalam pemaparannya, menegaskan bahwa organisasi IPNU-IPPNU merupakan jalan khidmah bagi pelajar NU. “Organisasi ini adalah tempat belajar mengabdi, bertumbuh, dan memberi manfaat bagi umat. Pelajar NU harus menjadikan organisasi bukan sekadar tempat berkegiatan, tetapi sebagai sarana ibadah yang dilandasi keikhlasan dan tawadhu’,” ujarnya.

Materi yang disampaikan juga menekankan pentingnya pelajar NU untuk berani merangkai gagasan, melatih public speaking, serta membuka cakrawala berpikir. Dengan begitu, pelajar tidak hanya menjadi penonton dalam perubahan zaman, tetapi turut berperan aktif sebagai agen perubahan yang tetap berakar pada tradisi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan di IPNU-IPPNU. Harapannya, para kader mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Organisasi diharapkan menjadi ruang yang melahirkan generasi pelajar NU yang kritis, berani, dan berkomitmen pada khidmah.

Melalui forum Pengeling Pelajar, IPNU-IPPNU menegaskan kembali bahwa perjuangan ulama dan pendiri NU harus terus dilanjutkan oleh generasi pelajar dengan semangat zaman. Organisasi bukan hanya tempat belajar teori, tetapi juga arena pengabdian yang menumbuhkan jiwa kepemimpinan, solidaritas, dan tanggung jawab sosial.

Dari beberapa hal diatas penulis menyimpulkan bahwa Kegiatan Pengeling Pelajar (Part 2) ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali peran organisasi sebagai jalan khidmah pelajar NU. Dengan materi yang disampaikan oleh Dini Syifa Agustina, pelajar diingatkan bahwa berorganisasi adalah bagian dari ibadah, pengabdian, dan perjuangan.

Diharapkan kedepan Melalui kegiatan rutin ini, IPNU-IPPNU lahir sebagai generasi pelajar NU yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial, sehingga mampu menjadi penerus perjuangan ulama dengan tetap menjaga tradisi di tengah arus modernisasi.

Post a Comment

Silahkan tulis komentar di sini dengan sopan dan benar. No Link !!

Lebih baru Lebih lama