Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Widasari menggelar kegiatan bertajuk DIKABARKAN (Diskusi Lan Kanda Bareng Rekan-Rekanita) di SMA NU Widasari. Agenda ini menghadirkan dua pemateri, yakni Dini Syifa Agustina, S.Pd. dengan materi Scientific Problem Solving dan Danil Mutaqien dengan materi Leadership.Kegiatan DIKABARKAN lahir dari kebutuhan mendesak untuk menghadirkan ruang diskusi yang mampu menjawab tantangan zaman bagi para pelajar dan kader IPNU-IPPNU. Sebagai organisasi yang berakar pada tradisi Nahdlatul Ulama, IPNU-IPPNU tidak hanya berfungsi sebagai wadah belajar teori, tetapi juga sebagai laboratorium kehidupan yang menyiapkan generasi muda menghadapi dinamika sosial, budaya, dan teknologi.
Di era modern, pelajar dihadapkan pada dua tantangan besar: kemampuan berpikir ilmiah dan kepemimpinan. Kemampuan berpikir ilmiah (scientific problem solving) diperlukan agar pelajar mampu menganalisis persoalan secara sistematis, menemukan solusi yang tepat, serta mengembangkan daya kritis. Sementara itu, kepemimpinan (leadership) menjadi bekal penting agar kader IPNU-IPPNU dapat memimpin diri sendiri, kelompok, dan masyarakat dengan nilai-nilai kejujuran, keberanian, serta tanggung jawab. Pengurus Aanak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Widasari memandang penting untuk mengintegrasikan kedua aspek tersebut dalam satu forum diskusi. Dengan menghadirkan pemateri yang kompeten, kegiatan ini diharapkan mampu membuka cakrawala berpikir pelajar sekaligus melatih keberanian mereka dalam menyampaikan gagasan.
Acara yang di gelar di SMA NU Widasari Jumat, 17/10/2025 yang lalu menjadi sebuah tanda bahwa pelajar harus bisa menjadi cikal bakal kader Nahdlatul Ulama, hal tersebut di tandai dengan suasana penuh khidamat dan antusiasme para peserta. Para peserta bukan hanya dari para pengurus saja namun terdiri dari calon-calon kader IPNU-IPPNU Widasari mengikuti pemaparan materi dengan seksama.
Ketua PAC IPPNU Dini Syifa Agustina, S.Pd. menekankan pentingnya scientific problem solving sebagai metode berpikir yang sistematis. Ia menjelaskan bahwa pelajar harus mampu mengidentifikasi masalah, merumuskan hipotesis, menguji solusi, dan menarik kesimpulan yang tepat. “Pelajar yang kritis akan mampu menghadapi tantangan zaman dengan solusi yang terukur,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Departemen Kaderisasi Danil Mutaqien membawakan materi tentang leadership. Ia menekankan bahwa kepemimpinan bukan hanya soal memimpin orang lain, tetapi juga kemampuan mengelola diri sendiri. “Pemimpin sejati lahir dari keberanian mengambil keputusan, kejujuran dalam bertindak, dan kesediaan untuk melayani,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut kedepan dari kegiatan DIKABARKAN ini menjadi bagian dari agenda follow up pasca Lakmud VII PC IPNU-IPPNU Indramayu. Dengan adanya forum diskusi ini, diharapkan kader IPNU-IPPNU, khususnya PAC Widasari, mampu mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh setelah mengikuti kaderisasi. Harapan besar disampaikan agar kader tidak hanya berhenti pada tataran teori, tetapi benar-benar mengaplikasikan nilai-nilai problem solving dan kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kader IPNU-IPPNU Widasari dapat menjadi pelajar yang kritis, berani, dan siap menghadapi tantangan era digital sekaligus menjaga nilai-nilai tradisi organisasi.
Dari hal yang terurai di atas penulis memberikan kesimpulan bahwa kegiatan DIKABARKAN bukan sekadar forum diskusi, melainkan momentum strategis untuk meneguhkan komitmen kader IPNU-IPPNU dalam mengembangkan diri. Dengan menggabungkan materi scientific problem solving dan leadership, kegiatan ini menegaskan bahwa pelajar harus mampu berpikir kritis sekaligus memiliki jiwa kepemimpinan. Melalui tindak lanjut kaderisasi, diharapkan lahir generasi IPNU-IPPNU yang adaptif, berdaya saing, dan tetap berpegang pada nilai-nilai kebersamaan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa organisasi pelajar NU terus berupaya relevan dan berkontribusi bagi masa depan bangsa.
Posting Komentar
Silahkan tulis komentar di sini dengan sopan dan benar. No Link !!