Sebagai organisasi pelajar yang berakar pada tradisi Nahdlatul Ulama, IPNU-IPPNU senantiasa berupaya menghadirkan ruang pembelajaran yang tidak hanya teoritis, tetapi juga praktis. Kegiatan Pengeling Pelajar menjadi wadah untuk melatih keberanian, keterampilan berbicara di depan umum, serta kemampuan merangkai materi. Dengan demikian, pelajar diharapkan mampu mengembangkan diri sesuai dengan peran sejatinya: kritis, berani, dan berdaya guna bagi masyarakat.
Kegiatan Pengeling Pelajar yang diselenggarakan oleh IPNU-IPPNU pada 17 November 2025 yang lalu di sekretariat organisasi bukanlah sekadar agenda rutin, melainkan sebuah ikhtiar berkelanjutan untuk meneguhkan peran pelajar di tengah perubahan zaman. Sebagai organisasi yang berakar pada tradisi Nahdlatul Ulama, IPNU-IPPNU memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk membentuk generasi pelajar yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga matang dalam sikap, berani dalam menyuarakan pendapat, serta terampil dalam berorganisasi.
Di era digital yang serba cepat, pelajar dihadapkan pada tantangan baru: akses informasi yang melimpah melalui teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan platform digital. Fenomena ini membawa peluang sekaligus tantangan. Pelajar dapat belajar secara mandiri dengan mudah, namun di sisi lain, ada risiko berkurangnya interaksi sosial, keterampilan komunikasi, dan pengalaman praktis yang biasanya diperoleh melalui organisasi.
Melihat kondisi tersebut, IPNU-IPPNU memandang penting untuk menghadirkan forum kajian yang mampu membuka cakrawala berpikir pelajar. Pengeling Pelajar dirancang sebagai ruang refleksi dan latihan, di mana anggota dapat melatih keberanian berbicara di depan umum, merangkai materi, serta mengasah keterampilan public speaking. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah untuk menegaskan kembali relevansi organisasi di tengah derasnya arus digitalisasi.
Pemilihan tema Relevansi Organisasi Masa Kini yang dibawakan oleh pemateri Deni Alfito Dinova bukanlah tanpa alasan. Tema ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk menjawab pertanyaan besar: bagaimana organisasi pelajar tetap relevan di era digital? Jawaban yang ditawarkan adalah kolaborasi. Organisasi harus mampu beradaptasi dengan teknologi, sekaligus tetap menjadi ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan.
Dengan latar belakang tersebut, Pengeling Pelajar diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga momentum strategis untuk menyiapkan pelajar IPNU-IPPNU agar mampu mengintegrasikan nilai-nilai organisasi dengan kecakapan teknologi. Sinergi keduanya diyakini akan melahirkan generasi pelajar yang kritis, berani, dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Deni Alfito Dinova ketua PAC IPNU Widasari dalam pemaparan materinya menyampaikan menekankan bahwa pentingnya memahami relevansi organisasi di tengah derasnya arus digitalisasi.
Menurutnya, pembelajaran melalui teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) atau ChatGPT memang sah dilakukan, bahkan dapat memperkaya pengetahuan secara mandiri. Namun, organisasi tetap memiliki peran yang tidak tergantikan.
“Berorganisasi bukan hanya soal belajar teori. Di dalamnya ada proses pembentukan karakter, kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama. Hal-hal ini tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh teknologi,” ujar Deni.
Ia menambahkan, organisasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. “Berorganisasi di era digital harus melek teknologi. Dengan begitu, pelajar IPNU-IPPNU dapat tetap relevan, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan zaman,” tegasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi anggota IPNU-IPPNU untuk mengkolaborasikan pembelajaran digital dengan pengalaman berorganisasi. Sinergi keduanya akan melahirkan generasi pelajar yang tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga matang secara sosial dan emosional.
Harapan besar disampaikan agar pelajar IPNU-IPPNU mampu menjadikan organisasi sebagai laboratorium kehidupan, tempat belajar kepemimpinan sekaligus ruang untuk mengasah keterampilan teknologi. Dengan demikian, organisasi tetap menjadi relevan di tengah era digital yang serba cepat.
Pengeling Pelajar kali ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan momentum penting untuk meneguhkan komitmen belajar para pelajar. Melalui kajian Relevansi Organisasi Masa Kini, IPNU-IPPNU menegaskan bahwa organisasi dan teknologi bukanlah dua hal yang saling meniadakan, melainkan harus berjalan beriringan.
Dengan semangat kolaborasi, pelajar IPNU-IPPNU diharapkan mampu menjadi generasi yang kritis, berani, dan adaptif, serta siap menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai tradisi dan kebersamaan.

Posting Komentar
Silahkan tulis komentar di sini dengan sopan dan benar. No Link !!